Detail Berita

Ketahanan Pangan Bantu Atasi Stunting Pada Anak

Rabu, 15 Mei 2019 | Oleh: Humas DPRD Prov
Ketahanan Pangan Bantu Atasi Stunting Pada Anak

SAMARINDA. Masalah stunting atau anak dengan kondiri kerdil baru-baru menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah dan pemerhati dibidang kesehatan dan anak. Sementara salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya gizi di seribu hari awal kehidupan seseorang sejak dalam kandungan. Untuk itu Veridiana Huraq Wang Anggota DPRD Kaltim asal Dapil Kutai Barat ini mendorong semua pihak untuk bersama-sama mengatasi salah satunya dengan memperkuat ketahanan pangan sebagai upaya pencapaian kecukupan gizi bagi anak.

Veri mengatakan, Stunting itu sendiri didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah standar pertumbuhan anak keluaran WHO dan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Sehingga melalui peningkatan produksi pertanian di Kaltim, hal itu akan mendukung ketahanan pangan. Oleh sebab itu kesehatan dalam upaya mengatasi stunting dalam hal ini kecukupan gizi erat kaitannya dengan sektor pertanian dan sektor dibidang sosial seperti pengentasan kemiskinan. “Sebab dengan perekonomian yang baik maka secara langsung akan membantu daya beli seseorang untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari yang bergizi. Namun juga didukung dengan pemahaman pentingnya gizi selama kehamilan bagi ibu yang sedang hamil maupun perempuan yang akan menghadapi masa-masa hamil,” urai Veri

Lebih lanjut Politikus perempuan yang peduli pada kesejahteraan rakyat ini mengatakan bahwa kecukupan gizi seseorang diawal kehidupan selama  1000 hari pertama kehidupan hingga mencapai usia anak dua tahun, periode ini dikatakan periode emas pertumbuhan seseorang yang berpengaruh pada kehidupannya dimasa mendatang. “Disinilah peran seorang orangtua terutama ibu yang juga menentukan kecukupan gizi anaknya. Sehingga pengetahuan dan pendidikan bagi ibu dan calon ibu akhirnya juga dibutuhkan agar dapat memenuhi kebutuhan gizi yang baik untuk perkembangan pertumbuhan anak,” imbuhnya. (adv/hms5)