Detail Berita

Waspadai Peredaran Uang Palsu Saat Pemilu

Selasa, 16 April 2019 | Oleh: Humas DPRD Prov
Waspadai Peredaran Uang Palsu Saat Pemilu

SAMARINDA. Anggota DPRD Kaltim Ali Hamdi mengimbau masyarakat Kaltim untuk waspada terhadap peredaran uang palsu yang potensi peredarannya sangat mungkin terjadi saat pemilihan umum serentak 2019.

“Masyarakat harus waspada dan mengantisipasi peredaran uang palsu ini. Apalagi Tahun 2019 merupakan tahun politik bagi Kaltim yang dikhawatirkan berdampak pada tingginya peredaran uang palsu di masyarakat,” tuturnya.

Pasalnya, beberapa pihak sengaja menunggu momen-momen tertentu guna melancarkan aksinya menyebar luaskan uang palsu ini. Karena sifatnya kebutuhan mendasar, maka alat transaksi jual beli /uang dengan mudahnya akan beredar di masyarakat luas.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan proses jual-beli. Sekarang uang palsu sudah dibuat sedemikian rupa mendekati uang asli, semakin tidak mudah untuk dibedakan,” katanya.

Untuk mengantisipasi peredaran uang palsu ini, selain konsumen secara langsung, peran aparatur keamanan juga sangat erat dalam hal memperketat peredaran uang palsu. Aparat yang dinilai menjadi ujung tombak keamanan dan ketertiban wilayah tentunya diharapkan dapat bekerja keras dalam upaya menekan angka pengedar uang palsu.

“Masyarakat luas dan pihak kepolisian harus berkoordinasi erat akan bahaya peredaran uang palsu ini. selain itu, masyarakat juga disarankan untuk mengetahui secara detil mengenai ciri-ciri uang palsu. Jika ditemukan keganjilan, masyarakat jangan ragu-ragu untuk melaporkannya ke pihak berwajib atau ke bank terdekat,” paparnya.

Selain itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga diminta aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat luas. Dalam hal ini, pemaparan mengenai ciri-ciri uang palsu yang dapat di lihat dari warna uang yang terlihat terang dan jelas serta ciri-ciri lainnya.

“Jadi, masyarakat sekarang harus ekstra berhati-hati terutama di wilayah pasar tradisional. Karena tempat ini sering menjadi sasaran peredaran uang palsu tersebut. Terpenting, masyarakat harus memahami bentuk dan rupa uang palsu tersebut, sehingga tidak mudah tertipu,” imbaunya. (adv/hms4)