Detail Berita

DPRD Kaltim Terima Kunker Pansus II DPRD Kaltara

Rabu, 06 Februari 2019 | Oleh: Humas DPRD Prov
DPRD Kaltim Terima Kunker Pansus II DPRD Kaltara

SAMARINDA. Komisi IV bersama Staf Sekretariat DPRD Kaltim, Rabu (6/2/3019) pagi menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Pansus II DPRD Kalimantan Utara. Mereka datang khusus untuk sharing terkait pembahasan Draft Rencana Induk Kepariwisataan Prov Kaltara 2018-2025.

Komisi IV DPRD Kaltim yang diwakili oleh Nixon Butarbutar mengatakan, dari hasil diskusi dengan Pansus II DPRD Kaltara, regulasi tentang pariwisata memang perlu mendapat perhatian. “Khususnya Kaltim dan Kaltara, potensi pariwisata masih sangat besar untuk dikembangkan,” ujarnya.

Untuk menunjang hal itu, perlu ada regulasi yang mengatur sistem pengembangan pariwisata daerah. Apalagi, kata dia Pariwisata di Kaltara merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. “Pengembangan sektor pariwisata di Kaltara memang perlu diseriusi. Karena, sektor pariwisata bisa menjadi pemasukan bagi daerah. Apalagi, Kaltara menyimpan potensi wisata yang beragam,” bebernya.

Kaltim sendiri kata Nixon, perlu membuat perencanaan yang baik. Karena jika sudah ada rencana induk pariwisata di daerah, pemerintah di pusat bisa tahu masalahnya apa saja. Sehingga, bisa membantu mengembangkan pariwisata. “Destinasi itu bukan hanya infrastruktur yang harus bagus, namun juga hal-hal lain. Nah, ini yang pemerintah daerah harus lapor apa saja kekurangannya, agar pariwisita daerah dapat perhatian,” beber Politikus Hanura ini.

Hal senada disampaikan, Marwansyah Wakil Ketua DPRD Kaltara. Dia meyakini pariwisata dapat memberikan sumbangan yang cukup signifikan bagi perekonomian. “Potensi wisata di Kaltara ini cukup besar. Seperti wisata alam yang tersebar di beberapa wilayah,” tuturnya.

Namun, kata dia, pengembangan pariwisata tidak cukup dengan sekadar membangun objek-objek wisata yang ada. Tetapi, yang perlu dipikirkan bagaimana supaya wisatawan lebih mudah atau membuka akses yang memudahkan wisatawan datang. “Pariwisata itu tidak hanya bicara objek wisata. Tetapi, juga berbicara masalah akses atau koneksi. Misal, penerbangan menuju Kaltara. Harus ada penerbangan yang memudahkan wisatawan datang,” terang Marwansyah.

Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata amat penting karena dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta dapat mendorong pemerintah daerah membangun dan memelihara infrastruktur sehingga kualitas hidup masyarakat setempat juga meningkat. 

Setali tiga uang, Hirsa Genta Wijaya Ketua Pansus II DPRD Kaltara didampingi anggotanya Masita dan Marten Samol pun menyampaikan, objek wisata harus mempunyai sesuatu yang bisa dilihat atau dijadikan tontonan oleh pengunjung. “Dengan kata lain, objek tersebut harus mempunyai daya tarik khusus yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” harapnya. (adv/hms6)