Detail Berita

Sosialisasikan Perda Inhalan di Sekolah

Kamis, 07 Februari 2019 | Oleh: Humas DPRD Prov
Sosialisasikan Perda Inhalan di Sekolah

SAMARINDA. Mendukung terlaksananya Perda Pencegahan Penyalahgunaan Inhalan, sekolah yang ada di Kaltim dapat turut berpartisipasi dengan mencanangkan program dalam rangka antisipasi dan mengatasi penyalahgunaan inhalan. Sekolah yang bersangkutan misalnya,  bisa membuat dan melaksanakan program kegiatan agar anak-anak tidak lagi menghirup lem dan bahan berbahaya serupa.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kaltim Irwan Faisyal HP menanggapi bahayanya penggunaan inhalan dikalangan pelajar. Sebagaimana diketahui , inhalan merupakan bahan kimia yang mengandung bahan psikoaktif yang mudah menguap dan banyak terkandung dalam produk-produk yang sering digunakan sehari-hari seperti aerosol, lem, penghapus cat kuku, pengencer cat, deodorant dan cairan pembersih.

Penyalahgunaan inhalan ini terutama jenis lem disalahgunakan untuk memperoleh efek riang gembira dan mabuk, melepaskan diri dari persoalan beban hidup. “Padahal semua perasaan itu hanyalah sesaat dan tidak kekal, dampaknya sangat merusak jiwa raga pelakunya. Bahkan tak jarang menyebabkan kematian. Inhalan yang diserap oleh paru-paru juga akan masuk keperedaran darah dan dengan cepat terdistribusi ke otak dan organ lainnya,” ungkap Irwan.

Dalam hitungan detik, pengguna langsung merasakan efek yang sama seperti dihasilkab bila meminum alkohol yaitu pengguna bisa berbicara melantur, sulit mengkoordinasikan gerakan anggota tubuh hingga perasaan euphoria dan merasa pusing. Pada waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kerusakan ginjal dan kerusakan hati.

Ia juga mengingatkan, bahwa pelaksanaan Perda termasuk didalamnya seperti kegiatan sosialisasi juga harus terus dilakukan dan dengan cara yang hati-hati. Artinya harus dengan cara yang tepat, jangan sampai metode yang digunakan justru menimbulkan keingintauan yang dibarengi keinginan untuk mencoba. (adv/hms5)