Detail Berita

Dewan Minta, Jalan Provinsi di Berau Diperbaiki

Senin, 15 Oktober 2018 | Oleh: Humas DPRD Prov
Dewan Minta, Jalan Provinsi di Berau Diperbaiki

SAMARINDA. Kondis jalan poros milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang ada di Kecamatan Tanjung Redeb menuju Kecamatan Talisayan sepanjang 80 kilometer kian memprihatinkan. Akibat rusak parah dan berlobang, jalan tersebut kerap terjadi kecelakaan.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kaltim Gamali meminta kepada Pemprov Kaltim untuk lebih memperhatikan dan memperbaiki jalan-jalan milik pemprov yang ada Utara Kaltim tersebut. “Ini karena masyarakat kerap mengeluhkan kondisi jalan di sana rusak cukup parah,” kata dia.

Memasuki pembahasan APBD 2019, Gamalis mendorong agar pembangunan perbaikan jalan milik provinsi yang ada di Berau menjadi skala prioritas Pemprov Kaltim. “Karena ini sudah masuk pembahasan anggaran, maka kesempatan kita untuk menyuarakannya. Bahwa pembangunan-pembangunan kedepannya harus yang pro rakyat,” ujarnya.

Ia tak menampik bahwa selama ini pemerintah sudah melakukan upaya perbaikan. Hanya saja menurut dia, perbaikan tersebut tidak maksimal, karena polanya hanya sistem tambal sulam dan itu dilakukan hanya untuk pemeliharaan jalan saja.

“Kalau boleh saya mengusulkan, tahun 2019 seluruh jalan milik provinsi, khususnya jalan yang menghubungkan Tanjung Redeb dan Talisayan dilakukan perbaikan secara menyeluruh. Sehingga, kondisi jalan layak pakai dan juga awet serta tahan lama,” jelas Politikus PPP ini.

Ia mengatakan, dari pengakuan beberapa masyarakat yang ada di sana, kondisi jalan yang kewenangannya berada di pemerintah provinsi tersebut, sudah bertahun-tahun nengalami kerusakan. Namun, belum ada perbaikan yang berarti yang dilakukan oleh pihak terkait.

“Kalau perbaikan, yang saya tahu belum ada. Hanya sekadar ditimbun dengan tanah saja. Tapi, ya, tetap saja kembali rusak dan berlubang lagi. Ini bukan solusi juga kan,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim ini berharap, akses jalan tersebut segera diperbaiki demi kenyamanan dan keamanan berkendara. Apalagi jalan tersbut merupakan akses satu-satunya masyarakat. “Tentu harapan kita dapat diperbaiki secara menyeluruh. Sehingga potensi terjadinya kecelakaan dapat dihindari, serta aktivitas masyarakat jadi lebih lancar,” pungkas Gamalis. (adv/hms6)