Detail Berita

Tepis Dugaan Negatif, Korban Gempa dan Tsunami Wajib Dibantu

Senin, 15 Oktober 2018 | Oleh: Humas DPRD Prov
Tepis Dugaan Negatif, Korban Gempa dan Tsunami Wajib Dibantu

SAMARINDA. Kekhawatiran akan adanya dampak sosial yang timbul dari keberadaan penggungsi korban gempa dan tsunami Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah yang tersebar di beberapa daerah di Kaltim, juga ditepis wakil rakyat yang berada di “Karang Paci”.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Henry Pailan Tandi Payung menuturkan ribuan penggungsi sebagaimana data dari Pemprov Kaltim berstatus transit dan diantaranya tinggal dengan sanak keluarga mereka yang berada di beberapa daerah di Kaltim.

“Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Repulik Indonesia, tentu bencana gempa dan tsunami tersebut merupakan duka kita semua. Oleh sebab itu maka dimanapun keberadaan mereka sudah seharusnya dibantu,” kata Henry.

Menurut Henry, pihaknya mendukung langkah pemerintah daerah yang wilayahnya menjadi salah satu tempat singgah dari pengungsi untuk memperhatian berbagai kebutuhannya terutama makanan dan kesehatan.

Selain itu, hal yang tidak kalah pentingnya juga untuk menjadi perhatian pemerintah daerah adalah masalah pendidikan bagi pengungsi karena tidak sedikit dari mereka yang tidak bisa bersekolah.

“Selain makanan, tempat tinggal dan kesehatan, perintah melalui instansi terkait bisa membantu membuka sekolah darurat bagi korban gempa dan tsunami yang berada di wilayahnya masing-masing,” harapnya.

Politikus Gerindra itu menilai bantuan hendaknya terus diberikan hingga Palu, Sigi dan Donggala telah benar-benar pulih dari bencana alam yang menghancurkan mayoritas infrastruktur publik tersebut, (adv/hms4)