Detail Berita

Prihatin Tingginya Angka Pencabulan

Selasa, 07 Agustus 2018 | Oleh: Humas DPRD Prov
Prihatin Tingginya Angka Pencabulan

SAMARINDA. Semakin banyak kasus pelecehan seksual berupa pencabulan beberapa tahun terakhir di Kota Bontang yang menimpa anak-anak dan remaja, mengundang keprihatinan Wakil Ketua DPRD Kaltim Henry Pailan Tandi Payung.

Henry menilai, mayoritas kasus yang terjadi disebabkan oleh dampak perkembangan teknologi informasi yang dewasa ini lebih cenderung digunakan masyarakat usia produktif untuk kepentingan yang kurang baik.

Guna mencegah terulangnya kasus serupa, lanjut dia maka setiap orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan dini terhadap anak-anak dan remaja terutama pada pergaulan mereka.

“Tindakan tidak terpuji dimaksud bisa terjadi dimana saja, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal. Sebab itu peran dari orang tua dalam memberikan pengawasan sangatlah diperlukan guna mengantisipasi terjadinya kasus pencabulan dan sejenisnya,” kata Henry.

Seperti diketahui, dua tahun terakhir telah terjadi empat kasus percabulan di Bontang. Parahnya, sebanyak 15 anak menjadi korban tindakan melawan hukum tersebut.

Menurutnya, pemberian sangsi tegas kepada para pelaku sangat dibutuhkan guna menciptakan keadilan hukum yang memberikan efek jera. “Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sangat tegas mengatur apa yang menjadi hak-hak anak,” tegasnya.  

Politikus Partai Gerindra itu meminta agar pemerintah menyediakan rumah aman untuk pemulihan korban pencabulan pasca trauma. Pasalnya, efek spikologis yang dialami oleh para korban sangat merugikan dan mengancam masa depannya.

“Pelecehan seksual dan perkosaan dapat menimbulkan efek trauma yang mendalam kepada para korbannya. Korban pelecehan seksual dan perkosaan juga dapat mengalami gangguan stres  akibat pengalaman traumatis yang telah dialaminya karena itu penting adanya wadah dalam membentuk kembali kepercayaan dirinya,” jelasnya.(adv/hsm4)