Detail Berita

Kaltim Perlu Komoditi Unggulan

Senin, 02 Juli 2018 | Oleh: Humas DPRD Prov
Kaltim Perlu Komoditi Unggulan

SAMARINDA. Kekhawatiran terhadap nasib para petani akibat berbagai persoalan yang kompleks mulai dari alih fungsi lahan, belum adanya bendungan sebagai wadah pengairan, hingga iklim pancaroba yang membuat presentase gagal panen menjadi lebih tinggi, mengundang keprihatinan Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ali Hamdi.

Ia mengatakan sebagai salah satu solusi untuk menyelamatkan para petani Provinsi Kalimantan Timur perlu mengembangkan komoditi unggulan dibidang pertanian. Komoditi dimaksud bisa berupa buah atau berbagai jenis produk pertanian lainnya.

“Kalau Bogor terkenal dengan talasnya, Buton dengan singkongnya, maka Kaltim juga harus ada yang nantinya menjadi identitas kebanggaan daerah,” katanya.

Padahal, beberapa tahun lalu petani bahkan masyarakat banyak menanam buah naga. Alasanya, selain nilai jual yang tinggi tanaman ini tidak membutuhkan lahan yang besar dan perawatan khusus.

“Bahkan sempat banjir buah naga dimana-mana, dan hasil penelitian juga menempatkan kualitas buah naga Kaltim terbukti memiliki berbagai keunggulan bila dibandingkan dari daerah lain, seperti rasa yang lebih masi dan ukuran buah yang lebih besar,” jelasnya.

Pemerintah sendiri dinilai kurang memberikan perhatian khusus terhadap komoditi jenis ini. Perhatian yang dimaksud hanya pada pemberian pemahaman tentang bagaimana menanamnya.

Seharusnya, pemerintah tidak hanya memberikan pendampingan dan pemahan saja tetapi lebih dari itu harus diberikan pangsa pasar yang jelas agar petani tidak kesulitan dalam mendistribusikan hasil panennya.

Politikus PKS ini yakin, keseriusan pemerintah dapat memberikan harapan bagi profesi petani khususnya buah naga yang berimbas pula terhadap aspek peningkatan perekonomian.

“Petani juga harus didampingi tentang bagaimana membuat berbagai produk olahan dari buah naga, mulai dari kosmetik, minuman hingga makanan kering dengan menggandeng Perusda maupun swasta,” ujarnya. (adv/hms4)