Detail Berita

Tolak Kenaikan BBM dan Kelangkaan Premium

Selasa, 20 Maret 2018 | Oleh: Humas DPRD Prov
Tolak Kenaikan BBM dan Kelangkaan Premium

UNJUK RASA: Edy Kurniawan dan perwakilan Pertamina Regional Kalimantan bergabung bersama seluruh massa yang berunjukrasa di depan Gedung Utama Kantor DPRD Kaltim, Senin (19/3)

SAMARINDA. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Garuda Mulawarman menggelar aksi unjuk rasa ke Karangpaci -- sebutan Kantor DPRD Kaltim. Aksi tersebut dilakukan untuk menolak kenaikan BBM non-subsidi dan kelangkaan premium di Kaltim khususnya Samarinda, Senin (19/3). 

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Edy Kurniawan bersama Pertamina Regional Kalimantan menerima perwakilan mahasiswa untuk mendisuksikan tuntutan mereka. Diskusi berlangsung di ruang rapat Komisi II.

Diantaranya terkait kelangkaan premium di Samarinda. Edy mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima Pertamina bahwa ketersediaan atau kuota bahan bakar untuk wilayah Kalimantan tidak ada yang dikurangi.

Kelangkaan bahan bakar salah satunya disebabkan banyaknya pengetap atau penjual bensin eceran yang kian marak akhir-akhir ini.   

“Untuk itu kami akan mendiskusikan dengan pertamina dan pihak aparat untuk menertipkan pengetap dan penjual bensin eceran,” sebutnya.

Senada, Yudi Nugraha selaku Region Manager Comm&CSR Pertamina Kalimantan, menyampaikan bahwa selama ini Pertamina tidak mengurangi kuota bahan bakar untuk wilayah Kalimantan. Pemasokan bahan bakar disesuaikan kebutuhan tiap daerah.

“Apabila ada kekurangan stok selama dua minggu terakhir ini, disebabkan karena jalur distribusi yang mengunakan kapal terkendala dengan cuaca buruk,” jelasnya.

Selain itu terkait kelangkaan premium atau banyaknya SPBU yang tidak menyediakan bahan bakar jenis premium, hal itu disebabkan  oleh permintaan dari SPBU yang bersangkutan.

“Untuk wilayah Samarinda, SPBU yang dikelola langsung oleh Pertamina hanya ada dua. Yakni SPBU Kusuma Bangsa dan Slamet Riyadi, sisanya dikelola swasta,” ujarnya.

Usia berdiskusi di ruang rapat Komisi II, Edy Kurniawan dan perwakilan Pertamina Regional Kalimantan bergabung bersama seluruh massa yang berunjukrasa di depan Gedung Utama Kantor DPRD Kaltim. Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyerahkan kajian terkait kenaikan dan kelangkaan BBM di Samarinda. (hms3)