Detail Berita

7 Desa di Paser Butuh Perbaikan Jalan

Senin, 12 Maret 2018 | Oleh: Humas DPRD Prov
7 Desa di Paser Butuh Perbaikan Jalan

SAMPAIKAN ASPIRASI: Anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan PPU – Paser menerima perwakilan masyarakat di 7 Desa di Kabupaten Paser yang mengunjungi ‘Karangpaci’ untuk menyampaikan aspirasi terkait jalan rusak di desa mereka yang harus segera diperbaiki.

SAMARINDA.  Tujuh kepala desa, perangkat desa dan tokoh masyarkat,  di Kecamatan  Long Kali dan Long Ikis, di Kabupaten Paser mengunjungi ‘Karangpaci’ --- sebutan Kantor DPRD Kaltim, beberapa waktu lalu. Maksud kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan aspirasi dan usulan terkait jalan rusak di desa mereka yang harus segera diperbaiki.

Kedatangan rombongan diterima anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan PPU, diantaranya Andi Faisal Assegaf, Muspandi, Hermanto Kewot, Syarifah Masitah Assegaf dan Josef. Hadir pula Anggota DPRD Kaltim dari dapil Kukar – Kubar, Yahya Anja.

Andi Faisal mengatakan aspirasi terkait perbaikan jalan di tujuh desa, yakni Desa Kepala Telake, Muara Lambakan, Perkuen dan Pinang Jatuh di Kecamatan Long Kali, serta Desa Belimbing, Tiwei dan Long Gelang di Kecamatan Long Ikis, akan diperjuangkan semaksimal mungkin pada Perubahan APBD 2018.

Kendati jalan yang diusulkan belum dapat dibangun karena terkendala anggaran, Politikus Partai Demokrat ini mengatakan akan mengusahakan  jalan-jalan rusak yang diusulkan semampunya dilakukan perbaikan agar dapat dilalui.

“Kedepannya kami dari daerah pemilihan Paser akan berjuang semaksimal mungkin untuk dapat mengalokasikan anggaran untuk membangun jalan di desa-desa paser, melalui APBD Perubahan 2018 dan APBD murni 2019,” ucapnya.

Sebelumnya dalam pertemuan, pimpinan rombongan, Narsi yang merupakan Ketua Aparatur Pengurus Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Wilayah Paser berharap agar usulan perbaikan jalan yang disampaikan secara lisan dan tertulis kepada anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan Paser dapat segera diperbaiki.

Pasalnya sudah sembilan tahun belakangan ini tidak ada perawatan maupun perbaikan jalan di tujuh desa tersebut. Selama ini perbaikan jalan dilakukan secara bergotong royong dan menggunakan dana swadaya dari masyarakat

“Untuk itu masyarakat berharap saat ini ada perhatian dari pemerintah agar dapat memperbaiki atau membangun jalan di desa-desa kami agar dapat dilalui dengan layak oleh masyarakat,” harapnya. (hms3)