Detail Berita

Reses Andi Faisal Assegaf di PPU dan Paser

Senin, 11 Desember 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Reses Andi Faisal Assegaf di PPU dan Paser

BANTUAN: Anggota DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf memberikan bantuan sembako kepada sejumlah warga yang menjadi korban bencana banjir di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser, belum lama ini.

SAMARINDA. Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf, membawa alat berat berupa excavator untuk mengurangi jumlah debit air di  Desa Adang Jaya, Kabupaten Paser, yang terkena musibah banjir.

Hal itu dilakukannya, sebab bertepatan dengan masa Reses  Anggota DPRD Kaltim yang berlangsung pada 4-9 Desember 2017, banyak desa di Kabupaten Paser terendam banjir.  Diantaranya Desa Olong Pinang, Desa Bekoso, Desa Damit dan Desa Adang Jaya. Reses kali ini pun dimanfaatkannya dengan meninjau lokasi banjir di berbagai daerah di Paser tersebut.

“Ya, kami langsung menurunkan alat berat untuk membuka bendungan agar jalan air lancar, sehingga debit air dapat segera turun. Alhamdulillah Banjir di Desa Adang Jaya pun mulai surut,” ucapnya.

Selain membawa excavator, Andi Faisal juga memanfaatkan reses kali ini untuk menyalurkan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok kepada warga yang menjadi korban banjir.

Selain persoalan banjir, saat bertemu warga dalam melaksanakan serap aspirasinya, Politikus Demokrat ini juga menerima bebagai keluhan dari masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser yang merupakan basis daerah pemilihannya.

Diantaranya mengenai kurangnya ketersediaan air bersih, infrastruktur jalan lingkungan, jalan desa, jalan poros yang perlu di aspal/semenisasi, peningkatan jalan-jalan usaha tani, serta pembuatan waduk/bendungan untuk program pengendalian banjir.

Mendengar berbagai aspirasi yang disampaikan warganya tersebut, Andi Faisal berkomitmen untuk membangun Kalimantan Timur khususnya Kabupaten  Paser dan Kabupaten PPU, dari pelosok desa dan desa tertinggal untuk
pemerataan ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Untuk aspirasi di Bidang Pendidikan, Andi Faisal juga banyak menerima keluhan dari guru-guru honor  SMA yang mengeluh kesejahteraannya menurun semenjak kewenangan pengelolaan SMA berada di tingkat provinsi.  Apalagi sistem penggajian sejumlah Rp 1,5 juta, untuk semua tingkatan pendidikan baik lulusan SMA, S1 maupun S2.

“Mereka meminta agar pemerintah dapat memperhatikan kesejahteraan dan gaji guru-guru honor, dan kami pun berharap demikian,” tuturnya.

Adapun reses yang dilaksasanakan Andi Faisal Assegaf pada 4-9 Desember 2017 ini diantaranya di Desa Sawit Jaya, Kecamatan Long Ikis, Desa Bekoso, Desa Damit dan Desa Olong Pinang,  Kecamatan Paser Belengkong, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Long Kali, Desa Rintik, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU dan Kelurahan Waru, Kecamatan Waru,  Kabupaten PPU. (hms3)