Detail Berita

Warga Pertanyakan Hilangnya Sisa Lahan Transmigrasi

Jum'at, 08 Desember 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Warga Pertanyakan Hilangnya Sisa Lahan Transmigrasi

SERAP ASPIRASI : Anggota DPRD Kaltim Safuad ketika melakukan serap aspirasi masyarakat atau reses di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau.

SAMARINDA. Warga transmigrasi di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau mengeluhkan belum diterimanya hak-hak mereka sebagaimana yang dijanjikan oleh pemerintah. Hak dimaksud berupa sisa lahan transmigrasi.

Hal tersebut terungkap ketika Anggota DPRD Kaltim Safuad melakukan reses di Berau, Rabu (6/12). Dikatakannya, warga transmigrasi Tahun 2017 dijanjikan mendapat pembagian lahan dari pemerintah dengan total luasan 3.500 hektare, akan tetapi hingga sekarang yang diterima warga keseluruhan hanya 1.450  hektare.

“Warga mempertanyakan kemana hilangnya sisa lahan tersebut, sebab bagaimanapun itu merupakan hak mereka dan harus diserahkan sisanya. Kalau tidak kasihan warga, karena sulit untuk sejahtera,” katanya.

Pasalnya, bagi transmigran lahan merupakan sumber ekonomi utama. Ketersedian lahan yang cukup nantinya akan diolah menjadi kawasan perkebunan dan pertanian dalam arti luas, termasuk budidaya kolam ikan.  

Selain itu, warga mengeluhkan persoalan belum adanya listrik di tempat mereka yang berlangsung sudah sejak lama. Padahal, apabila pemerintah melalui PLN mau menambah beberapa tiang listrik maka dipastikan penerangan di kecamatan tersebut akan merata.

Disamping itu, masalah air bersih yang belum merata juga menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan baik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus disediakan oleh pemerintah.

“Untuk itu warga memohon agar adanya bantuan tandon dan pompa semprot dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang digunakan tidak hanya untuk air minum akan tetapi juga mencuci pakaian dan lainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, sedangkan warga di Sungai Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb mengeluhkan persoalan lain seperti buruknya akses jalan utama yang berstatus jalan provinsi tepatnya di Jalan AM. Ayub Rinding.

“Jalan banyak yang berlubang dan hancur terlebih apabila memasuki musim penghujan seperti sekarang, tidak sedikit kendaraan yang melintas mengalami kecelakaan apalagi bagi bagi mereka yang tidak hapal medan,” ucapnya.

Selain Berau, Politikus PDIP itu juga melakukan reses di Sangata Selatan, dan Desa Gembara Sangatta Utara. Semua persoalan tersebut akan disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kaltim untuk diteruskan kepada pemerintah agar menjadi perhatian dan mendapat tindaklanjut segera dari pemerintah. “Saya akan perjuangkan semaksimal mungkin karena derita masyarakat harus segera diatasi,” pungkasnya. (hms4)