Detail Berita

Masalah Infrastruktur Masih Mendominasi

Jum'at, 08 Desember 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Masalah Infrastruktur Masih Mendominasi

RESES: Anggota DPRD Kaltim Rusianto ketika melakukan serap aspirasi masyarakat atau reses di Daerah Bontang, Kutai Timur (Kutim), dan Berau, belum lama ini.

SAMARINDA. Persoalan klasik seperti air bersih yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi keluhan utama mayoritas masyarakat yang berada di Utara, Kaltim. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kaltim, Rusianto saat menjaring aspirasi di Daerah Bontang, Kutai Timur (Kutim), dan Berau, belum lama ini.

Dikatakan Rusianto, untuk wilayah Bontang, tepatnya di Desa Berbas Pantai RT 04 Gang 7, Kecamatan  Bontang Selatan, sejumlah warga meminta agar mendapat bantuan berupa tempat penampungan air atau droud. Pasalnya, mereka selama ini mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. “Hal itulah menjadi dasar mereka minta untuk dibantu pengadaan tampat penampungan air,” ujarnya.

Selain penampungan air, drainase serta gorong-gorong menjadi usulan lain dari masyarakat Bontang. Apalagi, beberapa pekan terakhir daerah tersebut mulai dilanda banjir. “Untuk mengantisipasi dampak banjir yang lebih luas, mereka mengusulkan adanya perbaikan saluran air,” urai Politikus Gerindra ini.

Sementara untuk wilayah Kutai Timur, Desa Margo Santoso, Gang 10, masyarakat setempat mengusulkan semenisasi jalan, karena jalan tersebut merupakan jalur alternatif. “Tidak hanya itu, jalur tersebut juga sering terjadi kecelakaan, sehingga perlu juga ada rambu lalu lintas dan lampu penerang jalan. Termasuk alat pengangkut sampah dan drainase,” sebut Rusianto.

Masih di Kutai Timur, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim ini mengaku infrastruktur di daerah Kecamatan Rantau Pulung, Desa Karang Jaya masih jauh tertinggal. Sehingga ia meminta pemerintah setempat lebih pro aktif dan perbanyak turun ke desa-desa yang belum tersentuh pembangunan.

Tidak hanya di Kutai Timur, kesenjangan pembangunan infrastruktur juga terjadi di Berau. Dijelaskan Rusianto, ada beberapa desa di Berau belum teraliri listrik serta sulitnya mendapat signal. “Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Daerah  yang kaya akan sumber daya alam, tapi tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat,” sebut dia.

“Semua yang telah disampaikan masyarakat menjadi catatan saya, dan akan saya sampaikan dalam paripurna penyampaian hasil serap aspirasi nantinya. Semoga, apa yang telah disampaikan masyarakat bisa masuk dalam program prioritas Pemprov Kaltim untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Kaltim,” harap Rusianto.(hms6)