Detail Berita

Bekas Lubang Tambang, Potensi Pengembangan Ikan dan Objek Wisata

Jum'at, 10 November 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Bekas Lubang Tambang, Potensi Pengembangan Ikan dan Objek Wisata

SAMARINDA. Solusi terbaik pemanfaatan lahan bekas tambang dikatakan Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ismail adalah mengubahnya menjadi kolam pengembangan ikan dan objek wisata. Selain bisa menjadi tempat hiburan, bekas lubang tambang juga bisa dijadikan sumber pendapatan daerah.

Politikus Nasdem ini mencontohkan, seperti di Australia. Negara itu membuat terobosan baru dengan menjadikan lahan bekas pertambangan emas sebagai objek wisata. “Pengunjungnya pun cukup banyak karena selain warga umum, mahasiswa lokal pertambangan juga menjadikan daerah itu menjadi tujuan wajib dalam studi mereka,” ujar Ismail.

Lanjut dia, contoh lain seperti di Jawa Timur, PT Semen Gresik Tbk juga secara bertahap mengalihkan fungsi sebagian lahan bekas pertambangan menjadi areal perikanan. Menurut Ismail Kaltim juga bisa melakukan hal serupa. “Sehingga kubangan lahan pasca tambang tidak hanya dianggap sebagai pembawa petaka. Jika dimanfaatkan dengan baik, tentu hal itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya.

Ditambahkannya ketersediaan infrastruktur yang memadai, seperti melimpahnya air dan luasnya lahan yang ada,  tentu kawasan bekas tambang cukup potensial untuk digunakan sebagai pusat pemberdayaan dan pembudidayaan perikanan peternakan.

Untuk merealisasikannya, Ismail berharap pihak terkait maupun perusahaan dapat bekerjasama dengan warga setempat di areal dekat pertambangan dalam hal pengelolaan. Sehingga sedikit banyak akan membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Menjadikan lahan bekas tambang menjadi objek wisata dan areal perikanan tentu tidak bisa diterapkan disemuanya. Tapi, paling tidak menjadi salah satu opsi disamping beberapa opsi lainnya,” ucapnya.

Apalagi seperti diketahui, pelaksanaan kegiatan pertambangan berpotensi mengubah bentang alam dan fungsinya. Sehingga diperlukan adanya upaya untuk menjamin pemanfaatan lahan di wilayah bekas kegiatan pertambangan, agar dapat kembali berfungsi dan berdaya guna sesuai dengan peruntukannya. (hms3/hms6)