Detail Berita

Waspada Bibit Sawit Palsu

Kamis, 09 November 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Waspada Bibit Sawit Palsu

SAMARINDA. Menjadi primadona di bidang perkebunan lebih dari lima tahun terakhir membuat kelapa sawit rentan untuk dipalsukan. Terbukti, dengan penemuan 39 ribu bibit kelapa sawit tanpa sertifikat alias palsu di Kutai Timur. Oleh sebab itu masyarakat khususnya petani sawit diminta untuk tetap waspada.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Faisal Assegaf mengatakan kasus bibit kelapa sawit palsu bukanlah kali pertama, dan telah menyengsarakan banyak petani akibat kerugian yang harus dialami. “Bayangkan saja, mulai dari pematangan lahan, bibit, pupuk, dan lainnya sampai panen sudah menghabiskan biaya besar, ketika hendak dipanen ternyata palsu,” kata Andi.

Menurutnya, masih adanya peredaran bibit kelapa sawit palsu dikarenakan masih tingginya permintaan pasar di tengah minimnya ketersediaan benih unggul bersertifikat. Pemahaman yang belum merata dikalangan petani sawit di seluruh kabupaten/kota ditengarai juga menjadi penyebab utama penggunaan bibit paslu tersebut.

Oleh sebab itu pihaknya meminta kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk melakukan sosialisasi secara berkala guna memberikan informasi dan pemahaman tentang ciri-ciri bibit sawit palsu dan pentingnya menggunakan bibit yang bersertifikat.

“Petani juga jangan sampai tergiur dengan harga murah karena efeknya negatifnya sangat besar. Bibit palsu memiliki ciri-ciri umum cangkang buah tebal dibandingkan yang asli, sehingga dapat merusak mesin,” ujarnya.

Guna meminimalisir hal tersebut, Politikus Partai Demokrat itu meminta pemerintah untuk menyediakan kecukupan bibit sawit unggul yang bersertifikat dan memberikan kemudahan dalam distribusinya hingga sampai ketangan petani. (hms4)