Detail Berita

Ciptakan Wirausaha Guna Mengatasi Pengangguran di Kaltim

Kamis, 09 November 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Ciptakan Wirausaha Guna Mengatasi Pengangguran di Kaltim

SAMARINDA. Salah satu masalah ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini adalah pengangguran. Tingginya angka pengangguran disebabkan oleh lambatnya laju pertumbuhan ekonomi, yang berpengaruh langsung pada ketersediaan jumlah lapangan kerja bagi para pencari kerja. Apalagi industri unggulan Kaltim belum sepenuhnya stabil.

Menaggapi hal itu, Anggota DPRD Kaltim Rusianto meminta Pemprov Kaltim mengambil kebijakan komprehensif guna menyikapi kondisi dan permasalahan sektor ketenagakerjaan dengan melakukan sinergitas antar instansi dan lembaga. “Karena salah satu target pembangunan yang ingin dicapai pada 2018 adalah menurunnya tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,1 persen,” ujarnya.

Meminjam data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, jumlah pengangguran di Kaltim 2017 mencapai 143.617 orang, lebih rendah dibandingkan pada 2016 lalu yang mencapai 146.252 orang. Politikus Gerindara ini mengapresiasi usaha pemprov dalam mengurangi pengangguran dengan  menggelar bursa kerja secara rutin.

“Selain itu, mengoptimalkan fungsi Balai Latihan Kerja Industri untuk menggelar pelatihan-pelatihan singkat guna meningkatkan kemampuan para pencari kerja merupakan hal yang harus digalakan pemerintah,” sebut pria yang akrab disapa Kiang ini.

Menurutnya, masalah pengangguran bukanlah hal yang bisa disepelekan. Pasalnya, pengangguran seringkali menjadi masalah serius dalam perekonomian. “Karena adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang, sehingga dampaknya ialah timbulnya kemiskinan dan masalah sosial lainnya,” terag dia.

Jika mengacu pada kondisi di Kaltim, ketersediaan lapangan kerja tidak berbandng lurus dengan jumlah pencari kerja. Jika jumlah pengangguran dari tahun ke tahun terus meningkat, tentu akan mengakibatkan kemunduran dalam perekonomian.

Solusinya ialah, bagaimana pemerintah membuat formula baru mengatasi pengangguran dengan mebuka pelatihan kewiraushaan. Menurut Kiang, dengan berwirausaha, seseorang dapat mandiri dalam berbisnis, tidak cemas akan status pekerja pada perusahaanya, dan lebih bebas dalam menjalankan usahanya.

“Disamping itu, wirausahawan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan sosialnya,” sebut Anggota Komsi IV ini. (hms6)