Detail Berita

Kaltim Perlu Kembangkan Produk Wisata Ramah Lingkungan

Senin, 09 Oktober 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Kaltim Perlu Kembangkan Produk  Wisata Ramah Lingkungan

YOGYAKARTA. Pemerintah Provinsi Kaltim diminta membuat program terukur terkait pengembangan produk wisata ramah lingkungan sebagai basis ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Adam disela-sela kunjungan Komisi IV ke Dinas Pariwisata Provinsi Yogyakarta, Jumat (6/10).

YOGYAKARTA. Pemerintah Provinsi Kaltim diminta membuat program terukur terkait pengembangan produk wisata ramah lingkungan sebagai basis ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Muhammad Adam disela-sela kunjungan Komisi IV ke Dinas Pariwisata Provinsi Yogyakarta, Jumat (6/10).Menurutnya, ancaman pemanasan global membuat sejumlah daerah melakukan reformasi dibidang pariwisata. Seperti pengamanan destinasi pesisir pantai dari abrasi maupun pencemaran lingkungan. Dicontohkannya, seperti Yogyakarta yang intens melakukan perbaikan dan evaluasi di sejumlah program pariwisata seperti yang tertuang pada rencana induk pengembangan kepariwisataan DIY pada 2017. “Intinya, salah satu fokus mereka pengembangan wisata pedesaan dan ekowisata seperti kebun buah, hutan raya dan lainnya yang semangatnya kembali ke alam,” kata Adam didampingi Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusianto dan Gunawarman serta dihadiri Staf Program Dinas Pariwisata Provinsi Yogyakarta. Setali tiga uang, Rusianto menuturkan dengan mengembangkan produk wisata ramah lingkungan Kaltim akan mendapat banyak keuntungan selain pendapatan daerah, sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta tetap mempertahankan Kaltim sebagai paru-paru dunia karena terjaganya kondisi alam. "Kalau soal objek wisata alam Kaltim, sebenarnya tidak kalah dengan daerah lain. Misalnya, pantai, goa, situs bersejarah, air terjun bahkan hutan Kaltim yang ditumbuhi banyak tanaman langka merupakan modal yang diberikan Tuhan. Hanya saja tinggal bagaimana mengelolanya, jangan sampai kedepan itu semua habis akibat penambangan," tutur Rusianto. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan yang matang untuk jangka panjang karena pemeriksaan harus menyiapkan sarana dan prasarana pendukung pariwisata yakni infrastruktur jalan hingga bagaimana menyiapkan sumber daya masyarakat. "Menyiapkan masyarakat yang ramah dan welcome terhadap wisatawan. Tidak kalah penting, bagaimana membantu mereka membuat produk unggulan yang nantinya dapat memiliki daya jual tinggi," ujarnya. Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Gunawarman juga mengingatkan agar Kaltim bergerak cepat dalam menghadapi persaingan kepariwisataan dengan daerah lainnya di Indonesia. Seperti Yogyakarta yang menargetkan akan menjadi daerah destinasi wisata unggulan dunia pada 2025 yang berbasis pada dua aspek yakni wisata budaya dan ramah lingkungan. Adanya visi tersebut tentu dibarengi dengan formulasi yang terukur dan maksimal dengan dibarengi evaluasi program kerja secara berkala guna melihat berbagai sisi kekurangan dan bisa segera di perbaiki. Politikus PKS itu mendesak Pemprov Kaltim segera membuat rumusannya agar Kaltim mampu mengejar ketertinggalan dalam hal kepariwisataan sehingga terciptanya pendapatan daerah dalam jangka panjang dan mampu diwariskan bagi generasi mendatang. (hms4)