Detail Berita

Syahrun Optimis Konektivitas Antar Wilayah di Kaltim Akan Semakin Mudah-----sub

Senin, 11 September 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Syahrun Optimis Konektivitas Antar Wilayah di Kaltim Akan Semakin Mudah-----sub

GROUNDBREAKING : Ketua DPRD Kaltim HM Syahrun (dua dari kanan) saat menekan tombol tanda diresmikannya proyek jalan penghubung Tabang (Kukar) - Muara pahau (Kubar) kerjasama pemerintah dan Bayan Group, Kamis (7/9) lalu.

Samarinda - Upaya Pemerintah Provinsi dalam membuka daerah terisolir di Kaltim, mendapatkan respon positiv dari Ketua DPRD Kaltim M.Syahrun. Melalui Groundbreaking dan peresmian Proyek jalan yang dihadirinya bersama Gubernur Awang Faroek Ishak di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Kamis (7/9), Syahrun optimis konektivitas antar wilayah di Kaltim akan semakin mudah.

“Ditargetkan juli selesai, karena pembangunan sementara ini baru sekitar 8 km dari target 70 km yang akan dibangun,” ucap Haji Alung sapaan akrab Ketua DPRD Kaltim saat menjelaskan progres pembangunan proyek jalan dari Tabang ke Desa Senyiur Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur.

Menurut Syahrun, pembangunan jalan ini merupakan hasil kerjasama antara Pemprov Kaltim dan PT Bayan Resources. “Lahannya milik pemerintah, sementara pekerjaannya dilaksanakan oleh Bayan Group,” katanya. “Jalan tersebut selain digunakan untuk keperluan angkut perusahaan, jalan ini juga nantinya terbuka untuk umum,” sambung Alung.

Politisi Golkar ini juga memastikan bahwa jalan sepanjang 170 km yang menghubungkan tiga kecamatan dari tiga wilayah kabupaten di Kaltim, yakni Senyiur (Kutim) – Tabang (Kukar)– Muara Pahu (Kubar) itu, akan menjadi milik pemerintah.

“Otomatis itu, inilah contoh sinergitas yang baik antara pemerintah dan perusahaan, khususnya dalam hal pembangunan daerah dan peningkatan ekonomi didaerah tertinggal,” puji Syahrun.

Untuk diketahui, proyek pembangunan infrastruktur jalan ini ternyata telah mengantongi restu dari Kementerian terkait, seperti Kementerian lingkungan hidup, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan lebar jalannya diperkirakan akan mencapai 60 meter, terbagi menjadi 40 -50 meter untuk jalan tambang, selebihnya jalan khusus masyarakat. (hms)