Detail Berita

Wakil Rakyat Dapil Lima Minta Aspirasi Rakyat Segera Ditindaklanjuti----sub

Senin, 11 September 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Wakil Rakyat Dapil Lima Minta Aspirasi Rakyat Segera Ditindaklanjuti----sub

SAMARINDA. Merangkum hasil serap aspirasi Anggota DPRD Kaltim dari daerah pemilihan lima yang melingkupi Bontang, Kutai Timur dan Berau, masa sidang II tahun ini. Terdapat empat poin fokus pembenahan yang mesti segera dilakukan, diantaranya bidang agama, pendidikan, infrastruktur, sosial dan kesejahteraan.

Selaku pembaca laporan akhir reses, Ferza Agustia berharap aspirasi atau masukan dan harapan masyarakat yang ada di dapil lima dapat segera ditindaklanjuti sekaligus mengevaluasi berbagai kendala dan masukan yang muncul.

Wakil rakyat asal bontang ini mengungkapkan, terkait dengan bidang agama, masyarakat meminta pemerintah melihat perkembangan dan pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah yang masih sampai saat ini masih saja mengalami kekurangan

“Salah satunya pembangunan mesjid di Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang dan di Desa Tepian Makmur, Kabupaten Kutai Timur belum terselesaikan, terutama tempat wudhu dan tempat pendidikan alquran (TPA). Selain itu, masyarakat khususnya yang tegabung dalam majelis ta’lim sangat berharap kepada pemerintah agar mendapatkan bantuan sosial atau hibah untuk perbaikan sejumlah sarana dan prasarana tempat ibadah,” sebut Ferza.

Untuk bidang pendidikan, Ferza menyampaikan masalah perbaikan dan penambahan kelas di sejumlah sekolah menjadi usulan masyarakat yang mesti diprioritaskan. Khususnya nasib para guru honorer yang belum ada kejelasan, terlebih tenaga pendidik tingkat SMA dan SMK yang kini kewenangan diambil alih oleh Pemprov Kaltim.

“Keluhan lain juga disampaikan masyarakat terkait penyaluran bantuan pendidikan berupa beasiswa. Mereka meminta harus adil dan merata, serta dalam  hal penerimaan tidak adanya diskriminasi antara sekolah swasta dan negeri. Tak kalah penting adalah peningkatan keterampilan ketenagakerjaanmelalui pelatihan ketenagakerjaan guna menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan dapat bersaing dengan tenaga kerja luar,” beber politisi Golkar ini.

Lanjut dia, masalah infrastruktur juga masuk daftar usulan yang tak pernah ketinggalan dari masyarakat Utara Kaltim. Baik masalah jalan, listrik, air maupun infrastruktur seperti pasilitas umum, baik itu rumah sakit ataupun puskesmas yang dianggap belum merata, khsusnya daerah-daerah pedalaman Kaltim.

Terakhir, bidang sosial dan kesejahteraan menjadi laporan penutup reses Marsidik (Golkar), Ferza Agustia (Golkar), Hendry P. Tandi Payung (Gerindra), Wibowo Handoko (Demokrat), Zain Taufik Nurrahman(PAN), Syafruddin (PKB), Artya Pathra Marthin (Hanura), H Gamalis (PPP), Ismail ST (Nasdem), Safuad (PDIP), Rusianto (Gerindra), dan Zaenal ST (PKS).

“Mulai dari persoalan minimnya bantuan peternakan, pertanian, hingga masalah pengangguran, narkoba, serta klaim tata ruang wilayah antara perusahaan dan masyarakat menjadi masalah serius yang mesti segera ditangani. Semoga laporan yang telah disampaikan tidak hanya sekedar menjadi catatan usang pemerintah, tetapi usulan yang disampaikan melalui serap aspirasi dewan segera mendapat solusi kongkrit dari pemerintah,” tutup Ferza. (hms6)