Detail Berita

Jalan dan Banjir Masih Disoal

Senin, 11 September 2017 | Oleh: Humas DPRD Prov
Jalan dan Banjir Masih Disoal

SAMARINDA. Masalah jalan rusak dan bajir masih menjadi persoalan utama yang dikeluhkan warga Samarinda, disamping persoalan lain yang tidak kalah penting untuk segera diselesaikan. Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kaltim Yakob Manika ketika membacakan laporan gabungan reses daerah pemilihan Samarinda pada rapat paripurna ke-24 DPRD Kaltim, Kamis (7/9).  

Yakob mencontohkan, persoalan jalan rusak dan banjir masih terjadi di Kecamatan Palaran tepatnya di Jalan Ampera dan Trikora Kelurahan Rawa Makmur. Selain itu, warga setempat juga menyayangkan keberadaan kendaraan alat berat yang setiap hari melintas, sehingga selain menyebabkan jalan rusak tapi juga menjadikan lalu lintas carut marut.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda Utara, Samarinda Ulu dan Samarinda Seberang serta Samarinda Ilir. Seperti di Jalan Barito V menuju Loa Hui, warga setempat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.

“Padahal, jalan tersebut merupakan jalan terdekat menuju puskesmas. Selain itu, warga Muang Dalam Kelurahan Lempake sudah berpuluh-puluh tahun tidak mendapatkan akses jalan yang layak,” sebut Yakob.

Lanjut dia, keluhan yang sama disampaikan warga Kelurahan Sindang Sari. Meraka mengaku sejumlah jalan yang belum diaspal. “Sehingga saat hujan, jalan menjadi licin dan dapat mengakibatkan kerugan terhadap warga serta menghambat anak-anak yang berangkat ke sekolah,” ujarnya.

Yakob menambahkan, masalah banjir yang terjadi di Jalan MT Haryono Kelurahan Air Putih juga dikeluhkan warga. Pasalanya, apabila hujan turun beberapa jam saja, air sudah menggenangi badan jalan dengan rata-rata tinggi air sepinggang orang dewasa.

“Demikian pula di Kelurahan Selili, khususnya Jl Sultan Alimuddin yang menurut keterangan warga apabila terjadi banjir mampu merendam jalan dan pemukiman kurang lebih lima RT,” terang dia.

Politikus PDIP itu menyebutkan persoalan yang tidak kalah pentingnya yang disampaikan oleh warga Samarinda, tepatnya masyarakat Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu adalah terkait ketersediaan air bersih. “Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah. Dari laporan warga setempat, jumlah yang belum merasakan fasilitas PDAM mencapai 1.500 orang,” bebernya.

Adapun Anggota DPRD Kaltim yang melaksanakan reses yang dilaksanakan pada 22 – 27 Mei di Samarinda yaitu Dahri Yasin, Andi Harun, Edy Kurniawan, Agus Suwandy, Siti Qomariah, Jahidin, Herwan Susanto, dan Masykur Sarmian. Selain itu Rusman Ya’qub, Saefuddin Zuhri, Sapto Setyo Pramono dan Jafar Haruna. (hsm4)